<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Save Baduy</title>
	<atom:link href="http://savebaduy.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://savebaduy.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 01:10:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tentang Baduy di BBC</title>
		<link>http://savebaduy.or.id/2012/03/tentang-baduy-di-bbc/</link>
		<comments>http://savebaduy.or.id/2012/03/tentang-baduy-di-bbc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 14:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://savebaduy.or.id/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[<blockquote>
<div><strong>Setelah berjam-jam dan berganti-ganti kendaraan &#8211; dari mobil bagus, berganti ke truk sampai ojek &#8211; dan melalui jalan berbatu, akhirnya sampailah saya di desa Cileuwih.</strong></div>
</blockquote>
<p>Inilah desa terdekat sebelum mencapai desa Badui luar. Dari sini saya jalan kaki mendaki lereng pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Jawa Barat.</p>
<p>Di perbatasan ini rimbunan pepohonan tua melingkupi desa Baduy.</p>
<p>Oleh Yusuf Arifin<br />
Produser BBC Siaran Indonesia</p>
<p><a href="http://www.bbc.co.uk/mediaselector/ondemand/indonesian/meta/dps/2007/05/070529_masyarakatterasing1?bgc=003399&#38;lang=id&#38;nbram=1&#38;nbwm=1&#38;ms3=30&#38;ms_javascript=true&#38;bbcws=1&#38;size=au">Wawancara BBC dengan Baduy</a></p>
<p>Simak selanjutnya di <a title="Kisah Baduy" href="http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2007/05/terasingbaduy.shtml" target="_blank">BBC Indonesia</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://savebaduy.or.id/2012/03/tentang-baduy-di-bbc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Baduy perlu diselamatkan?</title>
		<link>http://savebaduy.or.id/2012/03/mengapa-baduy-perlu-diselamatkan/</link>
		<comments>http://savebaduy.or.id/2012/03/mengapa-baduy-perlu-diselamatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 07:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://savebaduy.or.id/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti masyarakat Indonesia pada umumnya, perlu diselamatkan dari pengaruh perubahan sosial yang menyebabkan masyarakat semakin kehilangan karakter idealnya, seperti gotong-royong, santun, ramah, tepa selira dan sebagainya, begitu pula Baduy yang selama ini sudah melintasi rentang sejarahnya dan membuktikan keteguhannya kepada tradisi, tak luput dari ancaman-ancaman pengaruh luar ke dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyelamatkan Baduy tidaklah berarti menyekat kehidupan mereka dari dinamika perubahan sosial di sekililingnya, tidak juga menutup-rapat interaksi sosial di antara kita dan Baduy. Sebaliknya, biarlah Baduy mengarungi dinamikannya sendiri bersama kita yang tengah berjalan ke arah yang selama ini tidak diikuti oleh tradisi Baduy. Biarkan Baduy memilih lifestyle mereka sendiri. Bagaimana dan ke dalam kelompok masyarakat apa kita menjadi anggota adalah sebuah pilihan demokrasi. Namun, tentunya kita yang sadar Budaya, memahami bahwa setiap interaksi membawa dengan sendirinya konsekuensi akulturasi, pertentangan ekonomi, politik dan bahkan ideologi.</p>
<div id="attachment_37" class="wp-caption alignleft" style="width: 610px"><a href="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/03/baduy-001.jpg"><img class="size-full wp-image-37" title="baduy-001" src="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/03/baduy-001.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">Mengunjungi Baduy Nov 2011.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Baduy telah memiliki Identitasnya sendiri. Baduy hidup melingkupi Wilayah (Tanah Ulayat)-nya sendiri. Baduy memilih Cara hidup (Budaya)-nya sendiri. Ini adalah artifak Budaya Indonesia yang semestinya dijagalestarikan. Maka, Identitas, Wilayah dan Budaya adalah aspek-aspek yang tampak yang bisa hilang, rusak atau selamat. Ketiga aspek inilah yang menjadi titik tolak kepedulian kita terhadap Baduy.</p>
<p style="text-align: justify;">Biarkan mereka seperti itu. Kita hanya menjagannya. Dari hal kecil seperti membawa kembali sampah yang dibawa ketika Saba Budaya Baduy.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://savebaduy.or.id/2012/03/mengapa-baduy-perlu-diselamatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan ke Baduy</title>
		<link>http://savebaduy.or.id/2012/03/jalan-jalan-ke-baduy/</link>
		<comments>http://savebaduy.or.id/2012/03/jalan-jalan-ke-baduy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 02:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://savebaduy.or.id/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[<div id='cincopa_widget_bcd5656a-b164-4cf9-8bb7-f0d39833b5dd'><img src='http://www.cincopa.com/media-platform/runtime/loading.gif' style='border:0;'/><a href='http://www.cincopa.com/media-platform/wordpress-plugin.aspx'><img alt='WordPress plugin' style='border:0;' border=0 src='http://www.cincopa.com/media-platform/runtime/cincopaicons.gif' /></a></div>
<p><script src='http://www.cincopa.com/media-platform/runtime/libasync.js' type='text/javascript'></script><br />
<script type='text/javascript'>cp_load_widget('A8AAk3K23hHh', 'cincopa_widget_bcd5656a-b164-4cf9-8bb7-f0d39833b5dd');</script><br />
<noscript>Click <a href='http://www.cincopa.com/media-platform/view.aspx?fid=A8AAk3K23hHh'>here</a> to open the gallery.<br />
Powered by Cincopa <a href='http://www.cincopa.com/media-platform'>Media Platform</a> for your website and Cincopa MediaSend for <a href='http://www.cincopa.com/mediasend/start.aspx'>file transfer</a>.<br />
</noscript></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://savebaduy.or.id/2012/03/jalan-jalan-ke-baduy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memandang Baduy Secara Integratif</title>
		<link>http://savebaduy.or.id/2012/03/memandang-baduy-secara-integratif/</link>
		<comments>http://savebaduy.or.id/2012/03/memandang-baduy-secara-integratif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 15:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitologi]]></category>
		<category><![CDATA[kanekes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://savebaduy.or.id/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align: justify;">Oleh :<strong>Chye Retty Isnendes Raksapradja</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Mari kita lihat Baduy sebagai satu integritas dalam diagram lapis cincin. Dalam bulatan cincin pertama ada URANG KANEKES/Padaleuman/kajeroan. Dalam bulatan cincin kedua, ada URANG PANAMPING/nu ditamping/dibuang/kaluaran. Dalam bulatan cincin ketiga ada URANG DANGKA. Ketiganya terus berkomunikasi, berinteraksi, dan berdialektika.</p>
<p style="text-align: justify;"> URANG KANEKES mendiami wilayah tangtu telu yaitu: Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. URANG PANAMPING mendiami 38 kampung (mungkin terus bertambah) di sekitar wilayah urang Kanekes. URANG DANGKA mendiami dua dangka di Kampung Panamping dan tujuh dangka di Kp: Panyaweuyan, Nungkulan, Cigarehong/Cilenggor (dangka Tangtu Cikertawana), Cihandam (dan dua di Panamping termasuk dalam Tangtu Cibeo), Kamancing, Kompol &#8211;lokasi yang Kang Subuh ceritakan, bagaimana ia &#38; jaro Kompol mengusir para pekerja pertambangan yang membawa drum-drum besar dan pipa-pipa plastik besar yang panjangnya &#8216;ngaleuwihan oray&#8217;, dan Cibengkung (dangka Tangtu Cikeusik).</p>
<div id="attachment_31" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/03/DSC_1869.jpg"><img class="size-medium wp-image-31" title="Wanita Penenun Kain Baduy" src="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/03/DSC_1869-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Wanita Penenun Kain Baduy</p></div>
<p style="text-align: justify;"> Secara nyata, adat kebiasaan kehidupan Baduy Luar (Panamping &#38; Dangka) sudah jauh berbeda dengan urang Baduy Jero (Kanekes yang mageuhan pitukuh), tetapi secaral sosial dan ruang mereka adalah komunitas Baduy yang kita kenal sekarang ini. Rusaknya sistem ekosistem di wilyah Baduy Luar tentu cepat atau lambat akan mempengaruhi rusaknya wilayah Baduy Jero &#8211;walaupun secara hitungan angka jarak antara BL dan BJ sangat-sangat jauh. Dan kerusakan tersebut tidak 50 tahun ke depan, tapi 5 tahun ke depan ini nyata, riil, dengan adanya eksploitasi penambangan itu.</p>
<p style="text-align: justify;"> Baduy merupakan situs yang hidup sampai sekarang, sama dengan ratusan situs suku bangsa yang ada di Indonesia, yang keberadaannya sungguh berat pada pusaran zaman. Jikalau kita selama ini mengunjungi, mengawetkan, memuji-memuja situs mati (batu-batu tulis, keris, makam keramat, naskah, dan artifak lain sebagainya), sedang di hadapan kita situs hidup yang terancam akan dibiarkan begitu saja dan menjadi mati? Sungguh tak masuk diakal.</p>
<p style="text-align: justify;"> Menurut teori Marxis, alam di dunia ini hanya ada dua, material (infrastruktur) dan supermaterial (suprastruktur). Bila ingin merusak hal-hal yang suprastruktur: ideasional, konsep-konsep, filsafat, sastra, pitukuh-pitukuh, piteket-piteket, rusakanlah materinya. Pun demikian sebaliknya. Bagaimana dengan eksploitasi penambangan ini? Pasti menuju ke sana. Perusakkan lahan secara fisik akan berimbas pada perusakan nonfisik. Kebudayaan kemudian berkembang selaras dengan terbukanya lahan. Baduy? Mestikah identik dengan manusia modern?</p>
<p style="text-align: justify;"> Selain itu yang patut diketahui, Banten merupakan wilayah hutan yang paling luas di Jawa Barat (sebelum berpisah dengan Jawa Barat (Perhutani, 1980, Walhi adakah data?)). Desa Kanekes yang tahun 1992 luasnya 5.101,85 Ha, beberapa ratus tahun lalu diperkirakan luasnya meliput Kecamatan Muncang, Sajira, Cimarga, Maja, Bojongmanik, dan Leuwidamar (Garna, 1988). Kesultanan Bantenlah yang pertama kali mempersempit wilayah ini yang kemudian diatur lagi oleh Hinda Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;"> Jikalau hutan itu masih rimbun di sana, mari selamatkan kekayaan alam dan budaya Baduy juga alam dan budaya Sunda yang secara geografis membentang pada paparan tanah Sunda.</p>
<p><em>Sumber bacaan</em></p>
<p><em> Djatisunda, Anis. 1992. &#8220;Pengalaman Bergaul dengan Orang Baduy&#8221; (makalah).</em></p>
<p><em>Garna, Judistira (Prof, Ph.D.). 1992. &#8220;Orang Baduy dari Kanekes: Ketegaran dalam Menghadapi Tantangan Zaman&#8221; (Makalah).</em></p>
</div>
</div>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://savebaduy.or.id/2012/03/memandang-baduy-secara-integratif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikukuh Baduy</title>
		<link>http://savebaduy.or.id/2012/02/pikukuh-baduy/</link>
		<comments>http://savebaduy.or.id/2012/02/pikukuh-baduy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 11:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pikukuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://savebaduy.or.id/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nu mantak kami aya garapan—<strong>lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung</strong>, kami aya titipan ti Adam Tunggal. Anu digarap nyaeta sakabeh bangsa, sakabeh agama, sakabeh nagara. Ari nu digarap nyaeta wiwitan anu dititipkeun tea, anu disebutkeun ti tilu puluh nagara, pancer deui salawe nagara, kawan sawidak lima.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 694px"><a href="http://visitbaduyvillage.com/wp-content/uploads/2012/02/bg.jpg"><img class=" " title="Panorama dari atas Bukit di Baduy" src="http://visitbaduyvillage.com/wp-content/uploads/2012/02/bg.jpg" alt="Panorama Baduy" width="684" height="513" /></a><p class="wp-caption-text">Panorama dari atas Bukit di Baduy</p></div>
<p style="text-align: justify;">Anu ku kami dipatuhkeun (digarap) nyaeta wiwitanana. Anu genep puluh lima tah, eusi jumlah lima puluh dalapan nagara. Nyaeta boga buyut, pantang ulah pamalina, sakabeh sawidak lima. Sedeng nagara bahan dibangun, bahan dirobah, ngeun wiwitan teu meunang dileungitkeun.</p>
<p style="text-align: justify;">Ngayakeun kumpulan di Sawarga Loka. Sakabeh nu tanggung jawab, nyaraksian. Ngeun nyieun rukun garapan nu dua belas. Tapi buyut pantang ulah pamalina dikumpulkeun jadi hiji. Soalna ganggu ka ngabangun nagara. Tah tidinya, sanajan didagang, kabeh pada embung. Ngeun, ceuk nu marentah, kudu aya nu patuh. Nyaeta <strong>ngabaratapakeun-ngabaratanghikeun wiwitan</strong> tea. Ti sabang sampe Meraoke, wiwitan kudu diteguhkeun. Kateguhanana nyaeta, “lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung.’</p>
<p style="text-align: justify;">Tidinya kami aya kasanggupan ngabantu neguhkeun, matuhkeun. Malahan anu lain pamarentah geh (siluman atawa sileman atawa batin jeung sajaban) sanggup ngabantu neguhkeun wiwitan. Ngeun anu lain manusa diganggu ngabantu. Masih keneh diurus ku manusa. Manusana didinya rame-rame ngabantu. Dingaranan buyutna, buyut nahun, buyut bongbang, buyut para nabi, buyut para wali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ngan ngabantuna samampuhna, sasukana, sakadugana, sakaweratna, sakawasana. Ngeun ukur buyut Adam Tunggal, ti sabang sampe merouke, teu aya bukana neguhkeun wiwitan tea.</p>
<p style="text-align: justify;">Tah ieu aya benerna, aya salahna. Benerna aya riwayatna, ari salahna euweuh kitabna. Ngeun lamun asa-asa atawa kurang percaya, teang saksi poe tujuh, bulan dua belas, tahun dalapan. Lamun teu haying ngoreh ulah disusul ka Baduy, ulah ditanya ka Puun. Tamatna di sajarah alam. Ari sajarah alam ceuk hitungan kami anu euweuhna sampe ayeuna, (1996) opat ratus lima belas tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tah didinya, waktu nagara urang dijajah walanda, Sultan Banten mundur (harita ngaran Sultan Banten nyaeta Tubagus Buang atawa Ratu Wakil) Ngeun waktu mundur, aya panggilan ka Birit Leuwi Kadatuan di Parakan Dangong. Ditepungan ku Puun Lanting. Ari basana didinya tah, “Kami eunggeus moal bisa ngabantu neguhkeun wiwitan. Ngeun omat, kudu diteguhkeun, dipatuhkeun. Ulah gedug kalinduan, ulah rigrig kaanginan, ulah limpas kacaahan. Lamun heunteu dipatuhkeun, eta matak puhpul kaparangaruhan, matak teu awet juritan, matak tambur kamenakan, matak sangar kanagara. Leutik pangarahna, leutik pangaruhna ka nagara.”</p>
<p style="text-align: justify;">Tah didinya Puun Lanting nanya, “Ari sajarah Alam aya di mana? Ceunah aya di Bogor? Disaha?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Di tanah Sareal,” ceuk Sultan Banten.</p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><a href="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/02/pikukuh-baduy.jpg"><img class="size-full wp-image-43 " title="pikukuh-baduy" src="http://savebaduy.or.id/wp-content/uploads/2012/02/pikukuh-baduy.jpg" alt="Pikukuh Baduy" width="550" height="380" /></a><p class="wp-caption-text">Pikukuh Baduy</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><em>Disarikan dari buku &#8220;Masyarakat Baduy Dalam Rentang Sejarah, Suhada S.sos (2003)&#8221;</em></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://savebaduy.or.id/2012/02/pikukuh-baduy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

